Minggu, 12 Februari 2017

Chord dan Lirik Lagu Pilihan Terindah - Rifan Kalbuadi


Source Chord from : Rifan Kalbuadi

CMaj7
Candamu yang selalu membuatku tertawa
Am7
Senyumu yang membuat diriku bahagia
Dm7
Warna indah dunia kini kurasakan
G
Membuat dirimu wanita Yang patut ku perjuangkan

Reff :
CMaj7        Am7
Ku inginkan dirimu
Dm7                 G              Am
Menjadi pilihan terindah Di dalam hidupku
G#                                                   G                  F#
Hanya kamu yang bisa membuatku Bahagia

F G


CMaj7
Dirimu yang membuat diriku merasa
Am7
Merasa kan indah cinta yang kau berikan
Dm7
Anugrah terindah yang pernah kurasakan
G
Membuat dirimu wanita yang patut ku perjuangkan

Back to Reff

CMaj7        Am7
Ku inginkan dirimu
Dm7
Menjadi

Back to Reff

Jumat, 29 April 2016

Laporan Praktikum BioMembran pada Kentang

 TRANSPOR MEMBRAN PADA KENTANG (SEL TUMBUHAN)

nama anggota kelompok :
dayang putri nur lyrawati                                        15030214011
dita anggraini sulistya                                                 15030214036
izdihar kamila rahmatika surya candra         15030214012
ivan kurnia laksono                                                        15030214029


universitas negeri surabaya
fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam
jurusan matematika
PROGRAM STUDI MATEMATIKA
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat dan karunianya kami dapat menyelesaikan laporan praktikum pengetahuan lingkungan yang berjudul Transport Membran.
Laporan pratikum ini disusun bertujuan untuk melengkapi tugas matakuliah Biologi. Dengan menggunakan beberapa sumber, laporan ini telah disusun secara sistematis untuk mempermudah dalam pemahaman terhadap isi. Tidak lupa, kami juga mengucapkan terima kasih bagi seluruh pihak yang telah membantu kami dalam penyusunan laporan ini, khususnya kepada dan seluruh anggota kelompok yang turut membantu menyelesaikan laporan ini. Kami menyadari bahwa kami adalah manusia yang mempunyai keterbatasan dalam berbagai hal. Oleh karena itu tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengan sangat sempurna. Begitu pula dengan laporan ini. Maka dari itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca. Kami akan menerima semua kritik dan saran tersebut sebagai batu loncatan yang dapat memperbaiki laporan kami di masa yg akan datang. Kami berharap laporan praktikum ini bermanfaat bagi para pembaca. Sehingga bisa memperluas dan menambah pengetahuan tentang Biologi.










                                                                        Surabaya, 2 Oktober 2015



Tim Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang

Membran sel atau membran plasma terletak di sebelah luar sitoplasma. Membran yang membatasi organel mempunyai struktur molekul yang sama dengan membrane sel, yaitu terdiri atas molekul lemak dan protein. Membran sel tersusun dari ±50% lipid dan 50% protein.Lipid terutama merupakan fosfolipid yang tersusun 2 lapis, sedangkan protein tersebar di antara kedua lapis fosfolipid tersebut. Protein yang tersembul di antaradua lapis fosfolipid disebut protein ekstrinsik (perifer). Protein yang tenggelam di antara dua lapis fosfolipid disebut protein intrinsic (integral). Protein ekstrinsik bersifat hidrofilik (suka air), sedangkan protein intrinsic bersifat hidrofobik ( menolak air ).
Karena susunan membran sel yang demikian, maka membrane sel bersifat semipermeabel atau selektif permeabel.Artinya membrane sel hanya dapat dilalui oleh air dan zat – zat tertentu yang terlarut di dalamnya. Membran sel berfungsi mengatur gerakan materi atau transportasi dari dan keluar sel. Transport melalui membrane sel dapat dibedakan menjadi 2, yaitu transport pasif dan transport aktif. Transport pasif adalah transport yang tidak memerlukan energi. Transport aktif adalah transport yang memerlukan energi.
Dalam laporan ini saya akan melaporkan mengenai praktikum transport pasif yang terdiri dari difusi dan osmosis.

B.     Rumusan masalah

1.      Bagaimana perbandingan berat kentang setelah di rendam dalam larutan glukosa 0.2M, 0.4M, 0.6M, 0.8M, 1M, dan akuades selama 24 jam?
2.      Bagaimana perbandingan panjang kentang setelah di rendam dalam larutan glukosa 0.2M, 0.4M, 0.6M, 0.8M, 1M, dan akuades selama 24 jam?
3.      Proses apa yang terjadi pada kentang tersebut?


C.     Tujuan

1.      Untuk mengetahui perbandingan berat akhir kentang setelah di rendam dalam larutan glukosa 0.2M, 0.4M, 0.6M, 0.8M, 1M, dan akuades selama 24 jam.
2.      Untuk mengetahui perbandingan panjang akhir kentang setelah di rendam dalam larutan glukosa 0.2M, 0.4M, 0.6M, 0.8M, 1M, dan akuades selama 24 jam.
3.      Untuk mengetahui proses apa yang terjadi setelah direndam dalam larutan glukosa 0.2M, 0.4M, 0.6M, 0.8M, 1M, dan akuades selama 24 jam.
















BAB II
KAJIAN TEORI
Setiap sel yang hidup harus memasukkan materi yang di perlukan serta membuang sisa-sisa metabolismenya. Untuk mempertahankan ion-ion dalam sitoplasma sel juga selalu memasukkan dan mengeluarkan ion-ion tertentu. Pengaturan keluar masuknya materi dari dan menuju ke dalam sel sangat dipengaruhi oleh permeabilitas membran (Crayonpedia, 2010).
Cara  melewati membrane sel melalui beberapa mekanisme berikut, yaitu: 1) Tranport pasif, adalah perpindahan zat yang tidak memrlkan energi. Transpor pasif meliputi difusi dan osmosis. 2) Transpor aktif, merupakan transpor partikel-partikel yang bergerak melewati gradient konsentrasi yang memerlukan energi dalam bentuk ATP (Cecep, 2010).
Difusi merupakan proses perpindahan atau pergerakan molekul zat atau gas dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Difusi melalui membrane dapat berlangsung melalui tiga mekanisme, yaitu difusi sederhana, difusi melalui saluran yang terbentuk oleh protein transmembran, dan difusi difasilitasi (Soemarwoto, 1980).
Pada hakikatnya osmosis adalah difusi. Para ahli kimia menyatakan bahwa osmosis adalah difusi dari tiap-tiap pelarut melalui suatu selaput yang permeable secara diferensial. Membran sel yang meloloskan molekul tertentu tetapi menghalangi molekul yang lain dikatakan permeabel secara diferensial. Secara sederhana osmosis dapat dikatakan difusi air atau perpindahan suatu zat melalui selaput permeabel secara diferensial dari suatu tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat yang berkonsentrasi rendah (Kimbal, 1987).
Suatu membran dikatakan permeabel jika zat-zat dapat melewatinya. Dikatakan impermeabel jika tidak ada zat yang dapat melewatinya. Dan permeable diferensial jika hanya beberapa zat yang dapat melaluinya. Membran nukleus dan membran plesma dari semua sel serta semua membran yang melapisi vakuola kontraktil adalah membran permeabel diferensial.Permeabel adalah sifat membran bukan sifat zat yang berdisfusi (Walker,1984).


BAB III
METODE PENELITIAN

A.    PELAKSANAAN                 :
Hari/Tanggal Penelitian                : Senin & Selasa, 28-29 September 2015
Tempat                                         : Gedung C3
Waktu                                          : Pukul 13.00 – 15.00 WIB (Senin)
                                                       Pukul 13.00 – 16.00 WIB (Selasa)
B.     ALAT DAN BAHAN                       :


1.      Alat
-          Tabung reaksi
-          6 Beaker (cup plastic)
-          6 Tutup beaker
-          Cutter
-          Penggaris
-          Pemotong kentang agar membentuk silinder
-          Stainless penjepit
-          Timbangan digital
2.      Bahan
-          1 buah kentang
-          50  ml aquades
-          50 ml larutan gula 0,2 M
-          50 ml larutan gula 0,4 M
-          50 ml larutan gula 0,6 M
-          50 ml larutan gula 0,8 M
-          50 ml larutan gula 1,0 M



C.    PROSEDUR KERJA           :
1.                  Masukkan 50 ml larutan yang telah disiapkan kedalam beaker. Buat 3 irisan kentang berbentuk silinder dengan ukuran yang sama.
2.                  Ukur berat 3 irisan kentang secara bersama-sama dan catatlah hasilnya.
3.                  Masukkan kentang kedalam beaker yang telah diisi dengan larutan yang telah disiapkan kemudian tutuplah dengan plastic, diamkan selama 1 malam.
4.                  Pindahkan kentang dari beaker dan dengan hati-hati hilangkan sisa tetesan larutan pada     kentang.
5.                  Ukur berat dari 3 silinder kentang dan catatlah hasilnya.
6.                  Hitung % perubahannya


















BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.        HASIL
Tabel Perubahan Berat
LARUTAN BEAKER
BERAT AWAL
BERAT AKHIR
SELISIH BERAT
PERUBAHAN BERAT (%)
Akuades
0.7543 gr
0.8110 gr
0.0567 gr
7.52
0.2 M
0.7731 gr
0.8050 gr
0.0319 gr
4.13
1.4 M
0.7726 gr
0.6166 gr
-0.0516 gr
-6.68
0.6 M
0.7633 gr
0.5672 gr
-0.1961 gr
-25.69
0.8 M
0.7779 gr
0.4769 gr
-0.3010 gr
-38.69
1 M
0.6890 gr
0.4904 gr
-0.1986 gr
-28.82

Tabel Perubahan Panjang
LARUTAN BEAKER
PANJANG AWAL
PANJANG AKHIR
SELISIH PANJANG
 PERUBAHAN PANJANG (%)
Akuades
1.50 cm
1.50 cm
0 cm
0
0.2 M
1.50 cm
1.56 cm
0.6 cm
40
1.4 M
1.50 cm
1.43 cm
-0.07 cm
-4.7
0.6 M
1.50 cm
1.36 cm
-0.14 cm
-9.3
0.8 M
1.50 cm
1.26 cm
-0.24 cm
-16
1 M
1.50 cm
1.16
-0.34 cm
-22.67



B.        PEMBAHASAN
Setelah kami melakukan percobaan dengan kentang yang di rendam pada 6 larutan yang terdiri dari air akuades, 0.2 M larutan gula, 0.4M larutan gula, 0.6M larutan gula, 0.8M larutan gula, 1M larutan gula dalam waktu yang telah ditentukan dengan jumlah kentang dan ukuran yang sama. perubahan dapat  terlihat terjadi perubahan pada kentang berat dan panjang kentang yang bervariasi.
Ø  Akuades
Kentang yang di rendam pada air akuades memiliki berat  awal 0.75437 gr dan berat akhir 0.81100 gr, dengan panjang tetap. Pada perendaman kentang dengan akuades terjadi peristiwa difusi, dimana molekul larutan pada kentang yang berkonsentrasi tinggi mengalir ke konsentrasi yang lebih rendah.
Ø  Larutan gula 0.2M
Kentang yang direndam pada larutan gula 0.2 M memiliki berat awal 0.7731 gr dan berat akhir 0.8050 gr, dengan panjang awal 1.50 cm dan panjang akhir 1.56 cm. Seharusnya pada perendaman kentang dengan larutan gula 0,2 M terjadi peristiwa osmosis dimana molekul larutan gula yang berkonsentrasi lebih tinggi akan mengalir ke molekul larutan pada kentang yang berkonsentrasi lebih rendah. Tetapi pada percobaan yang kami lakukan tidak sesuai dengan teori osmosis yang seharusnya berat dan panjang kentang akan lebih ringan dan pendek dari semula. Kesalahan tersebut terjadi karena kurang telitinya kami dalam melakukan pengukuran panjang kentang serta proses meniriskan kentang sesudah perendaman yang belum sempurna menyebabkan hasil praktikum pada larutan gula 0.2 M tidak sesuai dengan teori yang ada.
Ø  Larutan gula 0.4M
Kentang yang direndam pada larutan gula 0.4 M memiliki berat awal 0.7726 gr dan berat akhir 0.6166 gr, dengan panjang awal 1.50 cm dan panjang akhir 1.43 cm. Pada perendaman kentang dengan larutan gula 0,4 M terjadi peristiwa osmosis dimana molekul larutan gula yang berkonsentrasi lebih tinggi akan mengalir ke molekul larutan pada kentang yang berkonsentrasi lebih rendah. Peristiwa osmosis pada praktikum kami terbukti karena berat dan panjang kentang mengalami penurunan dari panjang dan berat semula.
Ø  Larutan gula 0.6M
Kentang yang direndam pada larutan gula 0.6 M memiliki berat awal 0.7633 gr dan berat akhir 0.5672 gr, dengan panjang awal 1.50 cm dan panjang akhir 1.36 cm. Pada perendaman kentang dengan larutan gula 0,6 M terjadi peristiwa osmosis dimana molekul larutan gula yang berkonsentrasi lebih tinggi akan mengalir ke molekul larutan pada kentang yang berkonsentrasi lebih rendah. Peristiwa osmosis pada praktikum kami terbukti karena berat dan panjang kentang mengalami penurunan dari berat dan panjang semula.
Ø  Larutan gula 0.8M
Kentang yang direndam pada larutan gula 0.8 M memiliki berat awal 0.7779 gr dan berat akhir 0.4769 gr, dengan panjang awal 1.50 cm dan panjang akhir 1.26 cm. Pada perendaman kentang dengan larutan gula 0,8 M terjadi peristiwa osmosis dimana molekul larutan gula yang berkonsentrasi lebih tinggi akan mengalir ke molekul larutan pada kentang yang berkonsentrasi lebih rendah. Peristiwa osmosis pada praktikum kami terbukti karena berat dan panjang kentang mengalami penurunan dari berat dan panjang semula.
Ø  Larutan gula 1M
Kentang yang direndam pada larutan gula 1 M memiliki berat awal 0.6890 gr dan berat akhir 0.4904 gr, dengan panjang awal 1.50 cm dan panjang akhir 1.16 cm. Pada perendaman kentang dengan larutan gula 1 M terjadi peristiwa osmosis dimana molekul larutan gula yang berkonsentrasi lebih tinggi akan mengalir ke molekul larutan pada kentang yang berkonsentrasi lebih rendah. Peristiwa osmosis pada praktikum kami terbukti karena berat dan panjang kentang mengalami penurunan dari berat dan panjang semula.





BAB V
PENUTUP

A.    KESIMPULAN

Dari percobaan yang telah dilakukan, kami dapat menyimpulkan bahwa perbedaan konsentrasi pada larutan gula mempengaruhi berat dan panjang kentang. Pada praktikum kami terjadi peristiwa difusi dan osmosis. pada peristiwa difusi terjadi pada percobaan kentang yang kami rendam akuades sedangkan pada peristiwa osmosis terjadi pada percobaan kentang yang kami rendam pada larutan gula dengan konsentrasi yang bervariasi. Berikut penjelasannya :
Ø  Pada perendaman kentang dengan akuades terjadi peristiwa difusi, dimana molekul larutan pada kentang yang berkonsentrasi tinggi mengalir ke konsentrasi yang lebih rendah.
Ø  Pada perendaman kentang dengan larutan gula 0,2 M seharusnya terjadi peristiwa osmosis dimana molekul larutan gula yang berkonsentrasi lebih tinggi akan mengalir ke molekul larutan pada kentang yang berkonsentrasi lebih rendah. Tetapi karena factor human eror yaitu kurangnya kemampuan ketelitian para pelaksana praktikum, kami tidak mendapatkan hasil yang sesuai dengan teori osmosis pada praktikum kami.
Ø  Pada perendaman kentang dengan larutan gula 0,4 M terjadi peristiwa osmosis dimana molekul larutan gula yang berkonsentrasi lebih tinggi akan mengalir ke molekul larutan pada kentang yang berkonsentrasi lebih rendah. Peristiwa osmosis pada praktikum kami terbukti karena berat dan panjang kentang mengalami penurunan dari panjang dan berat semula.
Ø  Pada perendaman kentang dengan larutan gula 0,6 M terjadi peristiwa osmosis dimana molekul larutan gula yang berkonsentrasi lebih tinggi akan mengalir ke molekul larutan pada kentang yang berkonsentrasi lebih rendah. Peristiwa osmosis pada praktikum kami terbukti karena berat dan panjang kentang mengalami penurunan dari berat dan panjang semula.
Ø  Pada perendaman kentang dengan larutan gula 0,8 M terjadi peristiwa osmosis dimana molekul larutan gula yang berkonsentrasi lebih tinggi akan mengalir ke molekul larutan pada kentang yang berkonsentrasi lebih rendah. Peristiwa osmosis pada praktikum kami terbukti karena berat dan panjang kentang mengalami penurunan dari berat dan panjang semula.
Ø  Pada perendaman kentang dengan larutan gula 1 M terjadi peristiwa osmosis dimana molekul larutan gula yang berkonsentrasi lebih tinggi akan mengalir ke molekul larutan pada kentang yang berkonsentrasi lebih rendah. Peristiwa osmosis pada praktikum kami terbukti karena berat dan panjang kentang mengalami penurunan dari berat dan panjang semula.

B.     KRITIK

Pada praktikum yang telah kami lakukan, ternyata tidak semua hasil percobaan sesuai dengan teori yang ada. Yaitu pada teori osmosis dimana molekul larutan yang berkonsentrasi lebih tinggi akan mengalir ke molekul larutan kentang yang berkonsentrasi lebih rendah. Hasil percobaan yang kami maksudkan yaitu pada konsentrasi 0,2 M kita memperoleh perubahan berat dan panjang kentang yang harusnya mengalami penurunan berat tetapi kami justru mendapatkan penambahan berat pada kentang. Untuk penyebab dan solusi akan kami bahas pada bagian selanjutnya yaitu saran.

C.    SARAN

Dari kesalahan praktikum yang telah kami lakukan, maka kami menyadari bahwa ada faktor human eror seperti kurangnya ketelitian para praktikum. Untuk kedepannya kami akan lebih meminimalisir kesalahan dan lebih berlatih lagi agar terhindar dari factor human eror yang telah kami alami sebelumnya. Kami mengharapkan pada praktikum ini sebagai pengalaman untuk proses pembelajaran kami saat ini dan yang akan mendatang agar kedepannya dapat memperoleh hasil yang valid serta sesuai dengan teori.
LAMPIRAN
Text Box: PERLENGKAPAN ALAT DAN BAHAN20150928_134936.jpg
Text Box: PENGUKURAN LARUTAN GULA DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA UNTUK GELAS BEAKER SEBANYAK 50 ml20150928_135134.jpg
Text Box: PEMOTONGAN KENTANG AGAR MENGGUNAKAN PLONG AGAR MEMBENTUK SILINDDER1443765322711.jpg
Text Box: SISA KENTANG DARI PEMOTONGAN DENGAN MENGGUNAKAN PLONG20150928_140750.jpg

Text Box: HASIL PEMOTONGAN KENTANG YANG DISAMAKAN PANJANG NYA YAITU 2 CM20150928_141015.jpg 
Text Box: ALAT UNTUK MEMOTONG PANJANG KENTANG20150928_135253.jpg
Text Box: TIMBANGAN DIGITAL YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGUKUR BERAT KENTANG20150928_142816.jpg
Text Box: RENDAM KENTANG PADA BEAKER YANG BERISI LARUTAN GULA DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA SEBANYAK 3 UNTUK MASING-MASING BEAKER1443765222813.jpg
 

Text Box: BERI KETERANGAN PADA BEAKER1443765162049.jpg
 

Text Box: HASIL PERENDAMAN 24 JAM1443765152631.jpg
Text Box: PENGUKURAN KEMBALI BERAT KENTANG SETELAH MELALUI PROSES PERENDAMAN LARUTAN GURAN DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA MENGGUNAKAN TIMBANGAN DIGITAL20150928_142841.jpg














DAFTAR PUSTAKA
Blogspot.       (http://oriwokis20.blogspot.co.id/2012/09/laporan-transpor-melalui-membran.
Html, diakses tanggal 2 Oktober 2015 pukul 08:57)
Chrome         (https://www.google.co.id/webhp?sourceid=chrome-instant&ion=1&espv=2&ie
=UTF-8#q=difusi%20dan%20osmosis  ,diakses tanggal 2 Oktober 2015 pukul
09:38)
Crayonpedia. 2010. Mekanisme Transpor Melalui Membran. http://crayonpedia.org. Diakses
pada 30 September 2015 pukul 09.18
Neil A.Cambell dkk. 2003. Biologi edisi ke-lima. Jakarta: Erlangga, Hal 319