TRANSPOR
MEMBRAN PADA KENTANG (SEL TUMBUHAN)


































nama anggota kelompok :
dayang
putri nur lyrawati 15030214011
dita
anggraini sulistya 15030214036
izdihar
kamila rahmatika surya candra 15030214012
ivan
kurnia laksono 15030214029
universitas
negeri surabaya
fakultas
matematika dan ilmu pengetahuan alam
jurusan
matematika
PROGRAM
STUDI MATEMATIKA
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
limpahan rahmat dan karunianya kami dapat menyelesaikan laporan praktikum
pengetahuan lingkungan yang berjudul Transport Membran.
Laporan pratikum ini disusun bertujuan untuk melengkapi tugas matakuliah
Biologi. Dengan menggunakan beberapa sumber, laporan ini telah disusun secara
sistematis untuk mempermudah dalam pemahaman terhadap isi. Tidak lupa, kami
juga mengucapkan terima kasih bagi seluruh pihak yang telah membantu kami dalam
penyusunan laporan ini, khususnya kepada dan seluruh anggota kelompok yang
turut membantu menyelesaikan laporan ini. Kami menyadari bahwa kami adalah
manusia yang mempunyai keterbatasan dalam berbagai hal. Oleh karena itu tidak
ada hal yang dapat diselesaikan dengan sangat sempurna. Begitu pula dengan
laporan ini. Maka dari itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari para
pembaca. Kami akan menerima semua kritik dan saran tersebut sebagai batu
loncatan yang dapat memperbaiki laporan kami di masa yg akan datang. Kami
berharap laporan praktikum ini bermanfaat bagi para pembaca. Sehingga bisa
memperluas dan menambah pengetahuan tentang Biologi.
Surabaya,
2 Oktober 2015
Tim Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Membran sel atau membran
plasma terletak di sebelah luar sitoplasma. Membran yang membatasi organel mempunyai
struktur molekul yang sama dengan membrane sel, yaitu terdiri atas molekul lemak
dan protein. Membran sel tersusun dari ±50% lipid dan 50% protein.Lipid
terutama merupakan fosfolipid yang tersusun 2 lapis, sedangkan protein tersebar
di antara kedua lapis fosfolipid tersebut. Protein yang tersembul di antaradua
lapis fosfolipid disebut protein ekstrinsik (perifer). Protein yang tenggelam
di antara dua lapis fosfolipid disebut protein intrinsic (integral). Protein
ekstrinsik bersifat hidrofilik (suka air), sedangkan protein intrinsic bersifat
hidrofobik ( menolak air ).
Karena susunan membran
sel yang demikian, maka membrane sel bersifat semipermeabel atau selektif permeabel.Artinya
membrane sel hanya dapat dilalui oleh air dan zat – zat tertentu yang terlarut
di dalamnya. Membran sel berfungsi mengatur gerakan materi atau transportasi dari
dan keluar sel. Transport melalui membrane sel dapat dibedakan menjadi 2, yaitu
transport pasif dan transport aktif. Transport pasif adalah transport yang
tidak memerlukan energi. Transport aktif adalah transport yang memerlukan energi.
Dalam laporan ini saya
akan melaporkan mengenai praktikum transport pasif yang terdiri dari difusi
dan osmosis.
B. Rumusan
masalah
1. Bagaimana
perbandingan berat kentang setelah di rendam dalam larutan glukosa 0.2M, 0.4M,
0.6M, 0.8M, 1M, dan akuades selama 24 jam?
2. Bagaimana
perbandingan panjang kentang setelah di rendam dalam larutan glukosa 0.2M,
0.4M, 0.6M, 0.8M, 1M, dan akuades selama 24 jam?
3. Proses
apa yang terjadi pada kentang tersebut?
C. Tujuan
1. Untuk
mengetahui perbandingan berat akhir kentang setelah di rendam dalam larutan glukosa
0.2M, 0.4M, 0.6M, 0.8M, 1M, dan akuades selama 24 jam.
2. Untuk
mengetahui perbandingan panjang akhir kentang setelah di rendam dalam larutan glukosa
0.2M, 0.4M, 0.6M, 0.8M, 1M, dan akuades selama 24 jam.
3. Untuk
mengetahui proses apa yang terjadi setelah direndam dalam larutan glukosa 0.2M,
0.4M, 0.6M, 0.8M, 1M, dan akuades selama 24 jam.
BAB II
KAJIAN TEORI
Setiap sel yang hidup harus memasukkan materi
yang di perlukan serta membuang sisa-sisa metabolismenya. Untuk mempertahankan
ion-ion dalam sitoplasma sel juga selalu
memasukkan dan mengeluarkan ion-ion tertentu. Pengaturan keluar
masuknya materi dari dan menuju ke dalam sel sangat dipengaruhi oleh
permeabilitas membran (Crayonpedia, 2010).
Cara melewati membrane sel melalui
beberapa mekanisme berikut, yaitu: 1) Tranport pasif, adalah perpindahan zat
yang tidak memrlkan energi. Transpor pasif meliputi difusi dan osmosis. 2)
Transpor aktif, merupakan transpor partikel-partikel yang bergerak melewati
gradient konsentrasi yang memerlukan energi dalam bentuk ATP (Cecep, 2010).
Difusi merupakan proses perpindahan atau
pergerakan molekul zat atau gas dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.
Difusi melalui membrane dapat berlangsung melalui tiga mekanisme, yaitu difusi
sederhana, difusi melalui saluran yang terbentuk oleh protein transmembran, dan
difusi difasilitasi (Soemarwoto, 1980).
Pada hakikatnya osmosis adalah difusi. Para
ahli kimia menyatakan bahwa osmosis adalah difusi dari tiap-tiap pelarut
melalui suatu selaput yang permeable secara diferensial. Membran sel yang
meloloskan molekul tertentu tetapi menghalangi molekul yang lain dikatakan
permeabel secara diferensial. Secara sederhana osmosis dapat dikatakan difusi
air atau perpindahan suatu zat melalui selaput permeabel secara diferensial
dari suatu tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat yang berkonsentrasi
rendah (Kimbal, 1987).
Suatu membran dikatakan permeabel jika zat-zat
dapat melewatinya. Dikatakan impermeabel
jika tidak ada zat yang dapat melewatinya. Dan permeable diferensial jika
hanya beberapa zat yang dapat melaluinya. Membran nukleus dan membran plesma dari semua sel serta semua
membran yang melapisi vakuola kontraktil adalah membran permeabel diferensial.Permeabel
adalah sifat membran bukan sifat zat yang berdisfusi (Walker,1984).
BAB III
METODE PENELITIAN
A. PELAKSANAAN :
Hari/Tanggal Penelitian : Senin & Selasa, 28-29 September 2015
Tempat : Gedung C3
Waktu : Pukul 13.00 – 15.00 WIB (Senin)
Pukul 13.00 – 16.00 WIB (Selasa)
B.
ALAT
DAN BAHAN :
1. Alat
-
Tabung reaksi
-
6 Beaker (cup plastic)
-
6 Tutup beaker
-
Cutter
-
Penggaris
-
Pemotong kentang agar membentuk silinder
-
Stainless penjepit
-
Timbangan digital
2. Bahan
-
1 buah kentang
-
50 ml aquades
-
50 ml larutan gula 0,2 M
-
50 ml larutan gula 0,4 M
-
50 ml larutan gula 0,6 M
-
50 ml larutan gula 0,8 M
-
50 ml larutan gula 1,0 M
C.
PROSEDUR
KERJA :
1.
Masukkan 50 ml larutan yang telah disiapkan kedalam
beaker. Buat 3 irisan kentang berbentuk silinder dengan ukuran yang sama.
2.
Ukur berat 3 irisan kentang secara bersama-sama dan
catatlah hasilnya.
3.
Masukkan kentang kedalam beaker yang telah diisi
dengan larutan yang telah disiapkan kemudian tutuplah dengan plastic, diamkan
selama 1 malam.
4.
Pindahkan kentang dari beaker dan dengan hati-hati
hilangkan sisa tetesan larutan pada kentang.
5.
Ukur berat dari 3 silinder kentang dan catatlah
hasilnya.
6.
Hitung % perubahannya
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
HASIL
Tabel Perubahan Berat
|
LARUTAN BEAKER
|
BERAT AWAL
|
BERAT AKHIR
|
SELISIH BERAT
|
PERUBAHAN BERAT (%)
|
|
Akuades
|
0.7543 gr
|
0.8110 gr
|
0.0567 gr
|
7.52
|
|
0.2 M
|
0.7731 gr
|
0.8050 gr
|
0.0319 gr
|
4.13
|
|
1.4 M
|
0.7726 gr
|
0.6166 gr
|
-0.0516 gr
|
-6.68
|
|
0.6 M
|
0.7633 gr
|
0.5672 gr
|
-0.1961 gr
|
-25.69
|
|
0.8 M
|
0.7779 gr
|
0.4769 gr
|
-0.3010 gr
|
-38.69
|
|
1 M
|
0.6890 gr
|
0.4904 gr
|
-0.1986 gr
|
-28.82
|

Tabel Perubahan Panjang
|
LARUTAN BEAKER
|
PANJANG AWAL
|
PANJANG AKHIR
|
SELISIH PANJANG
|
PERUBAHAN PANJANG (%)
|
|
Akuades
|
1.50 cm
|
1.50 cm
|
0 cm
|
0
|
|
0.2 M
|
1.50 cm
|
1.56 cm
|
0.6 cm
|
40
|
|
1.4 M
|
1.50 cm
|
1.43 cm
|
-0.07 cm
|
-4.7
|
|
0.6 M
|
1.50 cm
|
1.36 cm
|
-0.14 cm
|
-9.3
|
|
0.8 M
|
1.50 cm
|
1.26 cm
|
-0.24 cm
|
-16
|
|
1 M
|
1.50 cm
|
1.16
|
-0.34 cm
|
-22.67
|

B. PEMBAHASAN
Setelah
kami melakukan percobaan dengan kentang yang di rendam pada 6 larutan yang
terdiri dari air akuades, 0.2 M larutan gula, 0.4M larutan gula, 0.6M larutan
gula, 0.8M larutan gula, 1M larutan gula dalam waktu yang telah ditentukan
dengan jumlah kentang dan ukuran yang sama. perubahan dapat terlihat terjadi perubahan pada kentang berat
dan panjang kentang yang bervariasi.
Ø
Akuades
Kentang
yang di rendam pada air akuades memiliki berat
awal 0.75437 gr dan berat akhir 0.81100 gr, dengan panjang tetap. Pada
perendaman kentang dengan akuades terjadi peristiwa difusi, dimana molekul larutan pada kentang yang
berkonsentrasi tinggi mengalir ke konsentrasi yang lebih rendah.
Ø Larutan
gula 0.2M
Kentang yang direndam pada larutan gula 0.2 M
memiliki berat awal 0.7731 gr dan berat akhir 0.8050 gr, dengan panjang awal
1.50 cm dan panjang akhir 1.56 cm. Seharusnya pada perendaman kentang dengan
larutan gula 0,2 M terjadi peristiwa osmosis dimana molekul larutan gula yang
berkonsentrasi lebih tinggi akan mengalir ke molekul larutan pada kentang yang
berkonsentrasi lebih rendah. Tetapi pada percobaan yang kami lakukan tidak
sesuai dengan teori osmosis yang seharusnya berat dan panjang kentang akan
lebih ringan dan pendek dari semula. Kesalahan tersebut terjadi karena kurang
telitinya kami dalam melakukan pengukuran panjang kentang serta proses
meniriskan kentang sesudah perendaman yang belum sempurna menyebabkan hasil
praktikum pada larutan gula 0.2 M tidak sesuai dengan teori yang ada.
Ø Larutan
gula 0.4M
Kentang yang direndam pada larutan gula 0.4 M
memiliki berat awal 0.7726 gr dan berat akhir 0.6166 gr, dengan panjang awal
1.50 cm dan panjang akhir 1.43 cm. Pada perendaman kentang dengan larutan gula
0,4 M terjadi peristiwa osmosis dimana molekul larutan gula yang berkonsentrasi
lebih tinggi akan mengalir ke molekul larutan pada kentang yang berkonsentrasi
lebih rendah. Peristiwa osmosis pada praktikum kami terbukti karena berat dan
panjang kentang mengalami penurunan dari panjang dan berat semula.
Ø Larutan
gula 0.6M
Kentang yang direndam pada larutan gula 0.6 M
memiliki berat awal 0.7633 gr dan berat akhir 0.5672 gr, dengan panjang awal
1.50 cm dan panjang akhir 1.36 cm. Pada perendaman kentang dengan larutan gula
0,6 M terjadi peristiwa osmosis dimana molekul larutan gula yang berkonsentrasi
lebih tinggi akan mengalir ke molekul larutan pada kentang yang berkonsentrasi
lebih rendah. Peristiwa osmosis pada praktikum kami terbukti karena berat dan
panjang kentang mengalami penurunan dari berat dan panjang semula.
Ø Larutan gula
0.8M
Kentang yang direndam pada larutan gula 0.8 M
memiliki berat awal 0.7779 gr dan berat akhir 0.4769 gr, dengan panjang awal
1.50 cm dan panjang akhir 1.26 cm. Pada perendaman kentang dengan larutan gula
0,8 M terjadi peristiwa osmosis dimana molekul larutan gula yang berkonsentrasi
lebih tinggi akan mengalir ke molekul larutan pada kentang yang berkonsentrasi
lebih rendah. Peristiwa osmosis pada praktikum kami terbukti karena berat dan
panjang kentang mengalami penurunan dari berat dan panjang semula.
Ø Larutan
gula 1M
Kentang yang direndam pada larutan gula 1 M memiliki
berat awal 0.6890 gr dan berat akhir 0.4904 gr, dengan panjang awal 1.50 cm dan
panjang akhir 1.16 cm. Pada perendaman kentang dengan larutan gula 1 M terjadi
peristiwa osmosis dimana molekul larutan gula yang berkonsentrasi lebih tinggi
akan mengalir ke molekul larutan pada kentang yang berkonsentrasi lebih rendah.
Peristiwa osmosis pada praktikum kami terbukti karena berat dan panjang kentang
mengalami penurunan dari berat dan panjang semula.
BAB V
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah dilakukan, kami
dapat menyimpulkan bahwa perbedaan konsentrasi pada larutan gula mempengaruhi
berat dan panjang kentang. Pada praktikum kami terjadi peristiwa difusi dan
osmosis. pada peristiwa difusi terjadi pada percobaan kentang yang kami rendam
akuades sedangkan pada peristiwa osmosis terjadi pada percobaan kentang yang
kami rendam pada larutan gula dengan konsentrasi yang bervariasi. Berikut
penjelasannya :
Ø
Pada perendaman kentang dengan akuades terjadi peristiwa
difusi, dimana molekul larutan
pada kentang yang berkonsentrasi tinggi mengalir ke konsentrasi yang lebih
rendah.
Ø
Pada perendaman
kentang dengan larutan gula 0,2 M seharusnya terjadi peristiwa osmosis dimana
molekul larutan gula yang berkonsentrasi lebih tinggi akan mengalir ke molekul
larutan pada kentang yang berkonsentrasi lebih rendah. Tetapi karena factor
human eror yaitu kurangnya kemampuan ketelitian para pelaksana praktikum, kami
tidak mendapatkan hasil yang sesuai dengan teori osmosis pada praktikum kami.
Ø
Pada perendaman
kentang dengan larutan gula 0,4 M terjadi peristiwa osmosis dimana molekul
larutan gula yang berkonsentrasi lebih tinggi akan mengalir ke molekul larutan
pada kentang yang berkonsentrasi lebih rendah. Peristiwa osmosis pada praktikum
kami terbukti karena berat dan panjang kentang mengalami penurunan dari panjang
dan berat semula.
Ø
Pada perendaman
kentang dengan larutan gula 0,6 M terjadi peristiwa osmosis dimana molekul
larutan gula yang berkonsentrasi lebih tinggi akan mengalir ke molekul larutan
pada kentang yang berkonsentrasi lebih rendah. Peristiwa osmosis pada praktikum
kami terbukti karena berat dan panjang kentang mengalami penurunan dari berat
dan panjang semula.
Ø
Pada perendaman
kentang dengan larutan gula 0,8 M terjadi peristiwa osmosis dimana molekul
larutan gula yang berkonsentrasi lebih tinggi akan mengalir ke molekul larutan
pada kentang yang berkonsentrasi lebih rendah. Peristiwa osmosis pada praktikum
kami terbukti karena berat dan panjang kentang mengalami penurunan dari berat
dan panjang semula.
Ø
Pada perendaman
kentang dengan larutan gula 1 M terjadi peristiwa osmosis dimana molekul
larutan gula yang berkonsentrasi lebih tinggi akan mengalir ke molekul larutan
pada kentang yang berkonsentrasi lebih rendah. Peristiwa osmosis pada praktikum
kami terbukti karena berat dan panjang kentang mengalami penurunan dari berat
dan panjang semula.
B.
KRITIK
Pada praktikum yang telah kami lakukan,
ternyata tidak semua hasil percobaan sesuai dengan teori yang ada. Yaitu pada
teori osmosis dimana molekul larutan yang berkonsentrasi lebih tinggi akan
mengalir ke molekul larutan kentang yang berkonsentrasi lebih rendah. Hasil percobaan
yang kami maksudkan yaitu pada konsentrasi 0,2 M kita memperoleh perubahan
berat dan panjang kentang yang harusnya mengalami penurunan berat tetapi kami
justru mendapatkan penambahan berat pada kentang. Untuk penyebab dan solusi
akan kami bahas pada bagian selanjutnya yaitu saran.
C.
SARAN
Dari kesalahan praktikum yang telah kami
lakukan, maka kami menyadari bahwa ada faktor human eror seperti kurangnya
ketelitian para praktikum. Untuk kedepannya kami akan lebih meminimalisir
kesalahan dan lebih berlatih lagi agar terhindar dari factor human eror yang
telah kami alami sebelumnya. Kami mengharapkan pada praktikum ini sebagai
pengalaman untuk proses pembelajaran kami saat ini dan yang akan mendatang agar
kedepannya dapat memperoleh hasil yang valid serta sesuai dengan teori.
LAMPIRAN























![]() |


![]() |




DAFTAR PUSTAKA
Blogspot. (http://oriwokis20.blogspot.co.id/2012/09/laporan-transpor-melalui-membran.
Html, diakses tanggal 2 Oktober 2015 pukul 08:57)
Chrome (https://www.google.co.id/webhp?sourceid=chrome-instant&ion=1&espv=2&ie
=UTF-8#q=difusi%20dan%20osmosis ,diakses tanggal 2 Oktober 2015 pukul
09:38)
Crayonpedia. 2010. Mekanisme
Transpor Melalui Membran. http://crayonpedia.org. Diakses
pada 30 September 2015 pukul 09.18
Neil A.Cambell dkk. 2003. Biologi
edisi ke-lima. Jakarta: Erlangga, Hal 319

